Iklan

Sunday, May 7, 2017

Islam Bakal Jadi Agama Terbesar di Dunia pada 2075


Islam Bakal Jadi Agama Terbesar di Dunia pada 2075, Mozaik Islam Terbaru 2017
Islam Bakal Jadi Agama Terbesar di Dunia pada 2075, Mozaik Islam Terbaru 2017

Islam Bakal Jadi Agama Terbesar di Dunia pada 2075

Jumlah bayi yang lahir sebagai dari keluarga muslim diperkirakan akan melampaui jumlah bayi yang lahir sebagai Kristen dalam dua puluh tahun mendatang. Menurut analisis data Pew Research Center, hal tersebut akan menjadikan Islam sebagai agama terbesar di dunia pada 2075.

Mereka yang tidak memiliki agama diperkirakan jumlahnya akan menyusut akibat menurunnya jumlah kelahiran dan meningkatnya jumlah umat Muslim dan Kristiani.

Analisis itu didasarkan pada pergeseran demografis keagamaan selama beberapa dekade mendatang. Saat ini populasi di Bumi bagian selatan berkembang pesat dan populasi Kristen di Eropa mulai menua.

Antara tahun 2010 dan 2015, diperkirakan 31 persen bayi yang lahir di dunia berasal dari orangtua muslim. Angka tersebut jauh dibanding proporsi muslim di dunia, yakni 24 persen.

Dalam periode yang sama, 33 persen bayi di dunia lahir dari keluarga Kristen. Angka tersebut lebih tinggi sedikit dibandingkan proporsi umat Kristen di dunia, yakni 31 persen.

Namun angka itu akan berubah, karena profil usia umat muslim yang lebih muda dan tingkat kesuburan yang lebih tinggi. Antara 2030 hingga 2035, akan lebih banyak bayi yang lahir di keluarga muslim (225 juta) dibanding mereka yang Kristen (224 juta).

Antara 2055 hingga 2060, kesenjangan jumlah tersebut diperkirakan akan melebar hingga 6 juta jiwa, yakni 232 juta kelahiran bayi muslim dan 226 juta kelahiran bayi dari keluarga Kristen.

Sementara itu, kematian umat Kristen di Eropa angkanya jauh melebihi kelahiran. Sekitar tahun 2010 hingga 2015 di Jerman, diperkirakan ada 1,4 juta kematian dibanding kelahiran umat Kristen.

Pew mengatakan, pola tersebut diperkirakan akan berlanjut di banyak wilayah Eropa dalam beberapa puluh tahun ke depan.

Kontras dengan baby boom pada umat muslim, mereka yang tak terikat dengan agama akan mengalami pola berbeda. Populasi orang yang tak berafiliasi dengan agama menempati 10 persen populasi dunia, namun hanya menyumbang 10 persen kelahiran di dunia.

Pada tahun 2055 hingga 2060, sembilan persen bayi akan lahir dari perempuan yang tidak berafiliai dengan agama. Sementara itu lebih dari 70 persen akan lahir dari keluarga muslim (36 persen) atau Kristen (35 persen).

(Mereka yang tak berafiliasi dengan agama) terkonsentrasi di tempat-tempat dengan populasi menua dan fertilitas rendah, seperti China, Jepang, Eropa, dan Amerika Utara.

Sebaliknya, agama dengan banyak penganut di negara berkembang di mana angka kelahiran tinggi dan kematian bayi telah menurun diperkirakan akan tumbuh dengan cepat.

Pada tahun 2015 dengan populasi dunia yang berjumlah 7,3 miliar orang, Kristen merupakan agama dengan penganut terbesar dengan jumlah 31 persen. Islam berada di tempat kedua (24 persen), diikuti dengan tidak beragama (16 persen), Hindu (15 persen), dan Buddha (7 persen).

Sementara itu Yahudi dan penganut kepercayaan lainnya, menempati proporsi kecil dari populasi global.

Proyeksi tersebut tak berasumsi bahwa semua bayi akan mempertahankan agama orang tua mereka. Namun (kami) berusaha memasukkannya ke dalam perhitungan, meski pola perpindahan agama kompleks dan beragam.

Friday, May 5, 2017

Seniman Mesir Harapkan Al-Qur’an Tulisannya Tercatat Dalam Rekor Dunia


Seniman Mesir Harapkan Al-Qur’an Tulisannya Tercatat Dalam Rekor Dunia, Mozaik Islam
Seniman Mesir Harapkan Al-Qur’an Tulisannya Tercatat Dalam Rekor Dunia, Mozaik Islam



Seniman Mesir Harapkan Al-Qur’an Tulisannya Tercatat Dalam Rekor Dunia


Seorang seniman Mesir yang belajar otodidak setelah tidak menyelesaikan pendidikannya di sekolah, telah menghabiskan waktu selama tiga tahun membuat apa yang ia harapkan, yakni Al-Qur’an terbesar di dunia.

Saad Mohammed, yang mengecat dinding dan langit-langit rumahnya dengan motif-motif Islam di kota Belqina, sebelah utara Kairo, telah merepreduksi kitab suci Al-Qur’an di atas kertas sepanjang 700 meter.

Ia memperlihatkan manuskrip yang telah dihiasi dalam kotak kayu besar dengan bingkai penggulung di masing-masing ujungnya.

Panjang Al-Qur’an ini 700 meter, dan tentu saja banyak menggunakan kertas Saya mengeluarkan uang sendiri untuk mengerjakan proyek ini selama tiga tahun dan saya orang biasa. Saya tidak punya aset kekayaan atau apapun.

Saad akan menyerahkan Al-Qur’an ini untuk dicatat dalam Guiness World Records.

Guinness menyatakan bahwa mereka sudah mencatat Al-Qur’an versi cetak terbesar di dunia tetapi sejauh ini ini belum ada catatan pemegang versi Al-Qur’an terbesar yang ditulis tangan.

Saad mengatakan dia berharap bantuan dari pemerintah atau pihak lain yang tertarik untuk memenuhi niatnya supaya manuskripnya tercatat dalam Guiness.

Tuesday, May 2, 2017

Indahnya Perbedaan Pendapat Para Kyai NU, tidak ada Tuduhan Liberal


Indahnya Perbedaan Pendapat Para Kyai NU, tidak ada Tuduhan Liberal, Mozaik Islam
Indahnya Perbedaan Pendapat Para Kyai NU, tidak ada Tuduhan Liberal, Mozaik Islam



Indahnya Perbedaan Pendapat Para Kyai NU, tidak ada Tuduhan Liberal


Pada tahun 1928 terbit majalah Suara Nu, pada nomor perdana majalah anyar itu dimuat tulisan Syekh Hasyim Asy’ari mengenai hukum menabuh beduk sebagai sarana memanggil jamaah sholat di masjid dan surau. Syekh Hasyim Asy’ari menyebut bahwa menabuh beduk untuk sarana memanggil sholat itu ada dalilnya, hal ini diqiyaskan pada penggunaan alat musik duf. Dalam tulisan yang sama, Syekh Hasyim juga menyinggung hukum menabuh kentongan. Berbeda dengan beduk, menurutnya, menabuh kentongan untuk memanggil jamaah sholat tidak ada dalilnya, dan untuk itu beliau memutuskan tidak boleh menabuhnya.

Pada bulan berikutnya, pada nomor kedua majalah yang sama, giliran Syekh Faqih Maskumambang menulis. Kali ini majalah Suara NU memuat tulisan Syekh Faqih Maskumambang, tulisan yang menanggapi tulisan Syekh Hasyim Asy’ari yang dimuat pada nomor sebelumnya, soal tidak bolehnya menabuh kentongan. Menurut Syekh Faqih Maskumambang menabuh kentongan yang ditujukan untuk memanggil Sholat hukumnya diperbolehkan, dengan men-qiyaskan kebolehannya pada kebolehan menggunakan beduk untuk memanggil sholat.

Syekh Faqih Maskumambang kala itu menjabat sebagai wakil Rais Akbar Nahdlatul Ulama, atau wakil dari Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari yang berkedudukan sebagai Rais Akbar Nahdlatul Ulama. Keduanya menjadi rujukan bagi murid-muridnya dan bagi warga nahdliyyin pada umumnya.
Setelah dua tulisan itu beredar luas, Syekh Hasyim Asy’ari memanggil semua muridnya untuk mendengar pembacaaan dua tulisan yang membahas hukum menabuh kentongan tersebut. Kedua tulisan yang bertolak belakang itu dibacakan di depan santri-santri, setelah dibacakan, Syekh Hasyim kemudian menyampaikan keputusannya; bahwa kedua dalil kebolehan dan pelarangan menabuh kentongan sama kuatnya. Sehingga sebab itu, Syekh Hasyim mempersilahkan siapa saja untuk menggunakan kentongan atau tidak menggunakan kentongan. Namun, Syekh Hasyim Asy’ari meminta kepada muridnya, supaya di masjidnya tidak ada yang menabuh kentongan.

Tidak lama setelah polemik boleh tidaknya memukul kentongan itu ramai dibicarakan, Syekh Hasyim Asy’ari berencana berkunjung ke pesantren yang dipimpin Syekh Faqih Maskumambang di Gresik. Mengetahui kabar Syekh Hasyim hendak datang berkunjung ke Gresik, Syekh Faqih Maskumambang cepat-cepat mengutus seratus muridnya untuk mendatangi desa-desa di Gresik dan sekitarnya, guna memberi himbauan kepada pengurus-pengurus masjid dan musholla; bahwa nanti selama Syekh Hasyim Asy’ari berkunjung ke Gresik, semua masjid diminta untuk menurunkan kentongan atau sedikitnya tidak menabuh kentongan pada menjelang waktu sholat.

Cerita mengenai etika mengusung pendapat di atas disampaikan oleh almarhum Gus Dur pada satu kesempatan di Situbondo, di hadapan Syekh Ahmad Shofyan dan Kiai Cholil As’ad Syamsul Arifin, dengan sedikit penyesuaian tentu saja.

Semoga Indonesia saat ini akan menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya dan tidak ada selisih paham karena perbedaan pendapat.

Monday, May 1, 2017

Bikin Iri, Alvin Faiz Akan Tampilkan Rumah Tangga Nikah Mudanya di 'Mozaik Islam'


Bikin Iri, Alvin Faiz Akan Tampilkan Rumah Tangga Nikah Mudanya di 'Mozaik Islam', Mozaik Dunia Islam, Motivasi
Bikin Iri, Alvin Faiz Akan Tampilkan Rumah Tangga Nikah Mudanya di 'Mozaik Islam', Mozaik Dunia Islam, Motivasi

Bikin Iri, Alvin Faiz Akan Tampilkan Rumah Tangga Nikah Mudanya di 'Mozaik Islam'

Muhammad Alvin Faiz belakangan ini jadi sorotan publik karena keberaniannya menikah muda di usia 17 tahun. Kini putra Ustadz Arifin Ilham itu akan menampilkan rumah tangganya nikah muda itu di acara "Mozaik Islam" di Trans TV.

Berita itu dikabarkan Alvin sendiri melalui Instagram pribadinya. Memamerkan foto menggandeng sang istri, Larissa Chou, tampak mereka sedang menjalani syuting bersama kru. Pengantin baru tersebut tampak tidak canggung bercengkrama mesra di depan kamera.

Mesranya Alvin Faiz dan Istri

Alvin Faiz meminang seorang gadis mualaf, Larissa Chou, yang berusia 20 tahun di Bogor pada 6 Agustus. Meski mengundang kontroversi namun sang ayah mendukung penuh keputusan Alvin menikah muda. Kini "fans" Alvin dan Larissa pun tidak sabar menantikan penayangan "Mozaik Islam".

"Duh mil abis nikah langsung nempel terozzz ngeliatnya adem karena tanpa pacaran gitu sebelum nikah yakan masyaallah," tulis miftahsyifa. Meski begitu juga ada yang memberikan kritikan dan saran. Benar sekali lama-lama over expose nih. media tau betul bila beginian bisa jadi sumber penghasilan.. semoga pasangan ini tidak 'terlena'. fokus aja menjalani kehidupan rumah tangganya ya adek2.semoga Sakinah.


Thursday, April 27, 2017

Islam, Agama yang Pertumbuhannya Tercepat di Dunia


Islam, Agama yang Pertumbuhannya Tercepat di Dunia, Mozaik Dunia Islam
Islam, Agama yang Pertumbuhannya Tercepat di Dunia, Mozaik Dunia Islam

Islam, Agama yang Pertumbuhannya Tercepat di Dunia

Islam adalah agama yang pertumbuhannya tercepat di dunia. Demikian menurut studi yang dilakukan Pew Research Center baru-baru ini.

Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di negara-negara mayoritas muslim. Setidaknya, 10 persen dari seluruh masyarakat Eropa diproyeksikan akan memeluk Islam pada tahun 2050.

Studi tersebut memperkirakan pada 2010-2050, populasi muslim meningkat 73 persen di seluruh dunia. Sementara populasi umat Kristiani diproyeksikan tumbuh 35 persen pada periode yang sama, dan pemeluk Hindu 34 persen.

Dari proyeksi studi tersebut dapat disimpulkan, Islam akan melampaui Kristen sebagai agama terbesar di dunia pada akhir abad ke-21. Saat ini Islam merupakan agama terbesar kedua di dunia.

Tingginya pertumbuhan populasi muslim ini dipicu karena perempuan muslim memiliki lebih banyak anak dibandingkan dengan perempuan penganut keyakinan lainnya bila seluruhnya digabungkan. Penyebab lainnya adalah, mereka yang muslim rata-rata tujuh tahun lebih muda dibanding yang non-muslim.

Survei tahunan yang dilakukan Pew Research Center juga menyoroti bagaimana persepsi terhadap umat muslim di seluruh dunia, termasuk soal pandangan Amerika Serikat tentang Islam saat ini bila dibandingkan dengan tahun 2002 berdasarkan partai politik.

Hasilnya, orang-orang yang mendukung Partai Republik memiliki pandangan lebih negatif terhadap muslim di AS dibanding tahun 2002, setahun setelah tragedi 9/11. Hal sebaliknya dirasakan oleh para pendukung Demokrat.

Status warga muslim di Negeri Paman Sam telah menjadi isu utama seiring dengan larangan perjalanan yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump terhadap enam negara mayoritas Islam. Kebijakan anti-imigran muslim Trump jilid I telah ditangguhkan, sama halnya dengan kebijakan anti-imigran muslim jilid II.

Perintah eksekutif anti-imigran jilid II ini sebenarnya kurang lebih sama dengan sebelumnya. Yang berbeda adalah bila pada jilid I terdapat tujuh negara yang warganya dilarang masuk ke AS maka yang terbaru hanya enam negara, yakni Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman.

Menurut pejabat senior, kebijakan anti-migran jilid II secara eksplisit membolehkan warga legal (dari enam negara yang dilarang) seperti penduduk tetap AS, pemegang Green Card atau pemilik visa sah untuk memasuki AS - termasuk mereka yang visanya dicabut selama pelaksanaan larangan itu.

Perintah eksekutif terbaru itu akan melarang warga dari Suriah, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman untuk mendapatkan visa selama 90 hari. Selain itu, pendaftaran masuk pengungsi ke AS juga akan ditangguhkan selama 120 hari.

Meski demikian, kebijakan baru itu memperbolehkan para pengungsi yang statusnya telah disetujui Kemlu AS untuk menjejakkan kakinya di Negeri Paman Sam, termasuk status pengungsi yang sudah diberikan AS kepada warga Suriah.

Pemegang Green Card dari negara-negara terlarang itu tidak akan berdampak besar.